Jalan Jalan ke Museum Angkut Batu Malang

Pada liburan hari raya 2017 kali ini, kami sekeluarga (gadis kecilku dan keluarga adikku bertiga), memutuskan untuk berjalan-jalan ke kota Batu Malang. Salah satu tujuan kami adalah Museum Angkut Batu, Malang. Museum Angkut ini sudah sangat terkenal, tetapi kami sekeluarga belum pernah ke sana, berpikir hanya akan seperti museum biasa, meski gadis kecilku hobi mengunjungi museum. Ternyata Museum angkut bukan seperti museum seperti biasa, sangat megah

Penginapan di Batu Malang

Hal pertama yang kami cari adalah penginapan. Tanpa persiapan jauh sebelumnya, hanya 2 hari sebelum ke Batu Malang, adik saya mencari villa di Batu Malang dengan lokasi yang berada di sekitar Jatim Park 2. Kami putuskan menyewa villa, karena akan ada 3 keluarga, orang tua kami, saya dan gadis kecilku dan keluarga adik (keluarga besar kami hanya terdiri 7 orang, cukup masuk dalam 1 mobil….jadi kemana-mana bisa bersama).

Akhirnya kami menemukan villa dengan kamar 3 dengan harga yang cukup ramah di kantong, dari Airbnb, tapi karena ada masalah saat pemesanan yang gagal terus, adik kontak langsung pemiliknya dan bisa sewa langsung dari pemiliknya. Hanya dengan IDR 550 ribu, kami mendapat villa 3 kamar dengan parkir mobil, lokasi di jalan kampung dekat Jatim Park 2 dan bisa jalan kaki ke Coban Rais. Nama villanya, Puncak Pinus.

Harga pesan makanan pun murah, seperti di kaki lima Surabaya. Pesanan makanan diantar dengan ongkos 5000 dari depot yang bekerja sama dengan pemilik villa

 

Di Museum Angkut Batu Malang

Kami tidak punya referensi dari teman, kapan waktu terbaik mengunjungi Museum Angkut Batu. Syukurlah, kami datang di saat waktu yang tepat, sore hari hingga malam hari adalah waktu yang tepat. Museum Angkut tutup pada pukul 20:00.

Harga tiket adalah 100 ribu/orang. Tapi museum angkut sangat luas, dibuat tematik jenis angkutan dan negara-negara luar

(Gambar di atas, di bagian mobil-mobil antik)

(gambar di atas, bisa sewa baju pilot untuk berfoto)