Jalan Jalan Berwisata di Bern, Swiss

Saat saya masih bekerja, beberapa kali saya harus tugas kantor dari ke luar kota sampai ke luar Indonesia. Baru sekarang saya bisa menulis di blog karena seperti yang saya ceritakan di post sebelumnya.

Pada saat saya diminta tugas ke Bern kali ini, saya harus ke Swiss tanpa punya uang buat jalan – jalan di kota – kota Swiss, padahal saya harus tinggal di Bern selama 1.5 bulan. Cukup lama. Karena tidak mungkin hanya terkurung di hotel, setiap malam pulang kerja dan akhir pekan, saya keluyuran menyusuri jalanan Bern.

Untunglah saya ke Bern di bulan November Desember di tahun 2013. Bulan November dan Desember, banyak festival yang diadakan di Bern. Ada yang diadakan di kota kecil dekat Bern, tetapi saya tidak ke sana, hanya berjalan – jalan menyusuri lorong – lorong Bern. Tiket kereta api ke kota – kota dekat Bern antara CHF 5 – 12 (saat itu kurs CHF = Rp. 13,000), buat makan malam saja terkadang makan, terkadang tidak, apalagi buat naik kereta api…sayang banget.

Festival di Bern yang saya ikuti dan rasakan adalah Onion Market dan light festival Rendez-vous Bundesplatz. Kedua festival ini akan saya ceritakan di tulisan yang lain.

Yang paling saya suka dengan Bern adalah jalanannya. Jalanan paving yang sangat ramah dengan pejalan kaki dengan jalur trem di sekitarnya. Meski begitu, mobil juga boleh lewat, meski juga tidak begitu banyak mobil yang lewat.

Jalanan Bern

Jalanan Bern

Kebetulan saat bulan November adalah peralihan dari musim gugur ke musim salju. Jadi saat saya datang, belum ada salju sama sekali, 3 hari kemudian turun salju pertama kali. Melihat salju bukan yang pertama buat saya, tetapi melihat musim gugur adalah yang pertama. Suka banget dengan pemandangan musim gugur. Sepanjang mata memandang, daun pohon berwarna kuning – merah. Disempatin deh foto dengan pohon berdaun kuning – merah, sebelum semuanya memutih.

Pohon Musim Gugur

Pohon Musim Gugur

Bern adalah ibukota Swiss. Jadi gedung parlemen ada di kota ini. Saya menginap di hotel di kota ini yang lokasinya dekat gedung pemerintahan. Pertama kali saya datang, saya tidak perhatikan itu gedung apa. Setiap saya jalan – jalan pasti melewati gedung ini. Akhirnya saat saya mau ambil foto, baru saya terkejut. Ternyata gedugg itu adalah gedung Parlemen Swiss. Kenapa saya terkejut, karena gedung parlemen tersebut tidak berpagar, di depannya adalah lapangan luas tempat orang berkumpul, mulai dari pasar kaget hingga festival diadakan di sini. Jadi mau duduk – duduk di teras gedung parlemen pun bisa. Beda sekali dengan gedung parlemen kita di Jakarta yang berpagar tinggi dan selain penghuninya dilarang mendekat. Jadi terkejut banget.

Gedung Parlemen Swiss

Gedung Parlemen Swiss

Di hari minggu, bersama seorang teman, kami berjalan – jalan di lorong – lorong pasarnya Bern menuju Bern Bear Park. Saya baru tahu kalau kota Bern berasosiasi dengan beruang. Kata orang ada beruangnya beneran di Bern Bear Park, tetapi saya tidak melihatnya, mungkin sedang tidur didalam gua buatannya karena sedang musim dingin.

Lorong lorong Bern

Lorong lorong Bern

Meskipun tidak kemana – mana, hanya menyusuri lorong – lorong Bern, saya sangat menyukai kota ini. Dengan lorong – lorongnya, dengan jam kotanya, dengan para pemusik jalanannya.

Pemusik Jalanan

Pemusik Jalanan

Suatu saat, saya ingin ke Bern lagi tetapi dengan gadis kecilku dan punya cukup uang saku buat jalan – jalan 🙂

Untuk pembuatan visa ke Eropa, saya mengurus semuanya sendiri karena lebih mudah dari membuat visa melalui travel agent. Saya pernah membuat visa melalui travel agent maupun mengurus sendiri. Dan lebih mudah mengurus sendiri.

Daftarkan email Anda di blog ini, agar dapat mengikuti update blog tulisan tentang perjalanan saya di Swiss.