Berenang dan Main Dayung di Pantai Pasir Putih Situbondo

Pantai Pasir Putih

Pantai Pasir Putih Situbondo ini sudah sangat di kenal masyarakat Jawa Timur. Tetapi jarang dikenal oleh masyarakat luar Jawa Timur. Bahkan beberapa rekan kerja yang tidak berasal dari Jawa Timur, tetapi pernah tugas lama di Jawa Timur, masih ada yang belum tahu Pantai Pasir Putih ini.

Perjalanan dengan mobil dari Surabaya ke Situbondo memakan waktu kira – kira 5 – 6 jam. Biasanya saya mengendarai mobil sendiri dengan saya sebagai sopirnya. Lokasi Pasir Putih ini berada di pinggir jalan raya jalur ke Bali. Jadi kalau ke Bali melalui jalan darat, pasti melalui pantai ini.

Saya pertama kali ke Pasir Putih ini saat masih SMP, bersama – sama keluarga. Saat itu, saya sampai kehabisan baju karena pertama kalinya jatuh cinta pada berenang dan bermain dayung di laut. Hanya satu pantai ini, dimana saya bisa bebas berenang dan mendayung, karena air lautnya sangat tenang, seperti kolam renang. Saya sudah terbiasa berenang seminggu 4x sejak kelas 2 SD. Jadi bisa berenang di laut….rasanya senang banget.

Bagi yang tidak suka berenang dan mendayung, mungkin tidak merasa pantai ini menyenangkan. Pantai ini disebut Pasir Putih, tetapi pasirnya tidak putih bersih. Pasir pantai sebagian berwarna putih, sebagian hitam. Dari jalan raya ke pantai, terhalang oleh hotel yang menghadap ke pantai. Jadi pemandangan sekitar tidak menakjubkan karena banyak hotel berjejer di pantai. Pemandangan pantai masih jauh lebih bagus pantai Balekambang, Malang. Menurut pendapat saya, pantai ini khusus bagi pecinta bermain di laut pinggir pantai, bisa berenang, mendayung, naik perahu layar.

Karena saya mencintai pantai ini, otomatis saya ingin mengajak gadis kecilku ke Pantai Pasir Putih juga. Gadis kecilku dari SD sudah saya latih berenang sendiri. Jadi saya sabar menunggu gadis kecilku bisa berenang sebelum saya mengajak ke pantai ini. Gadis kecilku sebenarnya takut ke pantai atau laut, makanya saya tidak memaksanya. Bila saya paksa, saya khwatir malah membuatnya semakin takut dengan pantai dan laut. Saya tidak ingin itu terjadi. Oleh karenanya, saya ajarin dia berenang, bermain dalam air, agar terbiasa di kedalaman air.

Ketika gadis kecilku sudah lancar berenang, saya ajak dia ke Pasir Putih. Gadis kecilku mengajukan syarat bisa mengajak saudaranya yang sepantar. Akhirnya kami berombongan ke Pasir Putih Situbondo dengan mengendarai mobil. Rombongan kami terdiri dari Kakek Neneknya, gadis kecilku dan 2 saudara sepantarnya beserta saya, Mama merangkap sopir keluarga.

Kami menginap di salah satu hotel di pinggir Pantai Pasir Putih. Di musim liburan, sangat sulit mencari kamar yang kosong. Kami harus cek satu per satu di tiap hotel. Akhirnya mendapatkan 1 kamar, tapi itupun harus menunggu penyewa sebelumnya check out. Sambil menunggu, para krucil bermain di laut.

Pantai Pasir Putih Situbondo

Sejak datang sampai sore matahari terbenam, gadis kecilku bermain di pantai terus. Tanpa dipaksa dan tak disadarinya sendiri, hilang rasa takutnya dengan pantai dan laut, karena Pantai Pasir Putih sangat tenang. Gadis kecilku berani mendayung hingga agak jauh dari pantai, tentunya bersama saya meski mendayung sendiri – sendiri. Kadang – kadang, bila capek mendayung perahu, ganti berenang di laut dengan mengambangkan diri.

Bermain di pantai

Bila lapar, langsung beli makanan dan es kelapa muda di warung – warung pinggir pantai. Semuanya murah, persewaan alat dayung, renang dan makanan berharga di bawah 10 ribu. Yang mahal di Pasir Putih adalah sewa hotel. Kamar termurah yang kami temui adalah 200 ribu / malam dengan fasilitas seadanya.

Keesokan harinya, kami menyewa perahu layar dan naik perahu hingga ke tengah laut. Di tengah laut, bisa lihat terumbu karangnya dari perahu, airnya sangat jernih, hanya agak dalam.